Kesalehan Orang Tua, Penjagaan Allah bagi Keturunan
Di antara buah terbesar dari ketakwaan dan kesalehan seorang hamba adalah bahwa keberkahannya tidak berhenti pada dirinya sendiri, tetapi dapat menjalar kepada anak, cucu, bahkan lingkungan di sekitarnya. Allah ๏ทป berfirman tentang dua anak yatim dalam kisah Nabi Khidir dan Nabi Musa โalaihimassalam:
๏ดฟููููุงูู
ุฃูุจููููู
ูุง ุตูุงููุญูุง๏ดพ
"Dan ayah
mereka adalah seorang yang saleh." (QS. Al-Kahfi: 82)
Para ulama
menjelaskan bahwa kedua anak yatim tersebut memperoleh penjagaan Allah karena
kesalehan ayah mereka. Ini menunjukkan bahwa amal saleh seseorang dapat menjadi
sebab turunnya perlindungan Allah kepada keturunannya, bahkan setelah ia wafat.
Ibnu Rajab
Al-Hanbali rahimahullah dalam kitabnya Jฤmiโ al-โUlลซm wa al-แธคikam, menukil beberapa atsar
dalam masalah ini. Di antaranya, Sa'id bin Al-Musayyib rahimahullah berkata
kepada putranya:
ยซููุฃูุฒููุฏูููู ููู ุตูููุงุชูู ู
ููู ุฃูุฌูููููุ ุฑูุฌูุงุกู ุฃููู ุฃูุญูููุธู ูููููยป
"Sungguh
aku akan menambah ibadah shalatku demi dirimu, dengan harapan Allah
menjagamu."
Demikian pula
Umar bin Abdul Aziz rahimahullah berkata:
ยซู
ูุง ู
ููู ู
ูุคูู
ููู ููู
ููุชู ุฅููููุง ุญูููุธููู ุงูููููู ููู ุนูููุจููู ููุนูููุจู
ุนูููุจูููยป
"Tidaklah
seorang mukmin meninggal dunia melainkan Allah akan menjaga keturunannya dan
keturunan dari keturunannya."
Sedangkan Ibnu
Al-Munkadir rahimahullah mengatakan:
ยซุฅูููู ุงูููููู ููููุญูููุธู ุจูุงูุฑููุฌููู ุงูุตููุงููุญู ููููุฏููู ููููููุฏู ููููุฏููู
ููุงูุฏููููููุฑูุงุชู ุงูููุชูู ุญูููููููยป
"Sesungguhnya
Allah benar-benar menjaga anak, cucu, dan rumah-rumah di sekitarnya karena
seorang lelaki yang saleh."
Karena itu,
warisan terbesar yang dapat diberikan orang tua kepada anak-anaknya bukanlah
harta benda, melainkan ketakwaan kepada Allah. Harta mungkin habis, kedudukan
mungkin hilang, tetapi kesalehan dapat menjadi sebab penjagaan Allah yang terus
mengalir kepada generasi setelahnya.
Sebaliknya,
para ulama salaf mengingatkan:
ยซู
ููู ุงุชููููู ุงูููููู ููููุฏู ุญูููุธู ููููุณูููุ ููู
ููู ุถููููุนู ุชูููููุงูู
ููููุฏู ุถููููุนู ููููุณูููยป
"Barang
siapa bertakwa kepada Allah, maka ia telah menjaga dirinya sendiri. Dan barang
siapa menyia-nyiakan ketakwaannya, maka sungguh ia telah menyia-nyiakan dirinya
sendiri."
Maka ketika
seseorang berusaha memperbaiki dirinya, memperbanyak ibadah, menjaga ketaatan,
dan menjauhi maksiat, sesungguhnya ia tidak hanya sedang berbuat baik untuk
dirinya sendiri, tetapi juga sedang menanam sebab-sebab penjagaan Allah bagi
anak cucunya di masa depan.
Wallฤhu aโlam bish-showab
0 Komentar
Tinggalkan Komentar